Breaking News
19:17

Warga Tasikrejo Masih BAB di Jomblong, Wakil Ketua DPRD Pemalang Turun Tangan

Slamet Ramuji
Bagikan
Lihat Tersimpan

PEMALANG, comaltv.id – Potret buram sanitasi masih terjadi di pesisir Kabupaten Pemalang. Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, sebagian warga Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang hingga kini masih buang air besar (BAB) di sungai dengan jamban darurat yang disebut warga setempat Jomblong atau jamban helikopter.

 

Pantauan di lokasi, tepatnya di RT 01 RW 05 Desa Tasikrejo, jomblong dibangun seadanya di atas aliran sungai yang melintasi pemukiman padat penduduk. Bangunannya hanya terbuat dari bambu, seng bekas dan kain seadanya sebagai penutup, berdiri tepat di atas air sungai yang keruh dan dipenuhi sampah.

 

Bangunan semi permanen itu tidak memiliki septictank, sehingga kotoran manusia langsung jatuh dan dibuang ke sungai yang juga menjadi tempat aktivitas warga lainnya. Kondisi ini sangat memprihatinkan dari sisi kesehatan, sanitasi dan lingkungan, serta berisiko tinggi menimbulkan penyakit diare, kolera, tipus dan infeksi kulit. Praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ini juga menjadi penghambat terwujudnya Desa Open Defecation Free (ODF).

 

Pengakuan Warga: Sejak Lahir BAB di Jomblong, Pernah Didata Tapi Tak Terealisasi

 

Salah satu warga yang masih bertahan menggunakan jomblong adalah Mbak Umi (34). Saat ditemui, Umi mengaku sejak lahir hingga sekarang tidak memiliki WC pribadi dan terpaksa BAB di jomblong di atas sungai.

Videoshot 20261011 161332
Umi (34), warga RT 1/5, Desa Tasikrejo, Kec. Ulujami Pemalang. (foto: comaltv.id)

“Sejak lahir sudah buang airnya di Jomblong” ujar Umi, pada Sabtu (10/10/2026) kepada comaltv.id.

 

Ia mengaku pernah didata oleh perangkat desa untuk mendapatkan bantuan jamban sehat, namun hingga kini tidak ada realisasi.

“Yo pernah sih didata, dari perangkat desa. Katanya sing ora nduwe WC akan didata dapat bantuan. Tapi setelah didata enggak ada realisasi,” ungkapnya.

 

Alasan tidak memiliki jamban sehat bukan hanya soal ekonomi, tapi juga keterbatasan lahan di kawasan pesisir yang sering terendam banjir rob dan sempit.

“Alasane ya tempatnya sempit, arep nggawe mikir. Terlalu pelosok, gak punya lahan. Ekonominya juga pas-pasan,” jelasnya.

 

Selain krisis jamban, warga juga mengeluhkan krisis air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, Umi mengandalkan air PAM / PAMSIMAS dengan iuran bulanan Rp 25-26 ribu, namun alirannya sering mati berhari-hari.

“Bayarnya per bulan 25 – 26 ribu. Tapi airnya tidak lancar. Pernah 4 hari tidak keluar, sampai tengah malam baru keluar. Jadi kalau air ada ditampung dulu, diirit-irit,” keluhnya.

Videoshot 20261011 161030
Umi (34), warga Tasikrejo (foto: comaltv.id)

“Penginnya punya WC sendiri, penginnya PAM-nya ditambah biar airnya lancar. Pengin WC,” pungkas Umi berharap.

 

Tanggapan Wakil Ketua DPRD Pemalang Slamet Ramuji Turun Langsung ke Lokasi

 

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Slamet Ramuji. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa SR itu turun langsung menemui warga di RT 01 RW 05 Desa Tasikrejo pada Sabtu (10/10/2026), untuk melihat kondisi existing di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

 

Menurut Slamet Ramuji, jomblong atau MCK helikopter masih digunakan di Tasikrejo bukan karena warga malas, melainkan karena ketidakmampuan ekonomi.

Videoshot 20261011 161130
Slamet Ramuji, Wakil Ketua DPRD Pemalang, Politisi PKB (foto: comaltv.id)

“Jomblong atau MCK helikopter itu masih digunakan di sini, bukan berarti kenapa, itu karena ketidakmampuan warga. Kami dari dewan dan juga pemerintah daerah bersiap, insyaallah hadir memberikan keringanan kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan,” ujarnya di lokasi.

 

SR menegaskan persoalan sanitasi ini akan dibahas sebagai salah satu prioritas melalui komunikasi dengan internal partai, pimpinan dewan, pemerintah daerah, serta kementerian terkait. Ia juga berencana mendorong penanganan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang pernah ia turunkan sebelumnya di Pemalang.

 

Ia juga akan mengupayakan penganggaran bantuan jamban sehat melalui APBD Kabupaten Pemalang.

“Akan kami upayakan mengajukan, di desa pun kami anggarkan di Pemerintah Kabupaten Pemalang. Nanti sesuai dengan yang pernah kami ajukan adalah lewat jalur-jalur kami yang ada, terutama yang kebetulan termasuk di Kabupaten Pemalang karena dulu pun kami pernah menurunkan program Sanimas – sanitasi masyarakat untuk kesehatan,” jelasnya.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur lainnya, pemenuhan kebutuhan sanitasi dan peningkatan kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Bagi kami, ini mendesak karena pembangunan itu khususnya bukan hanya fisik. Pembangunan kesehatan juga perlu diprioritaskan, karena bagi kami kesehatan adalah hal yang sangat mendesak untuk masa depan warga dan juga anak keturunan kita semua. Lingkungan sehat tentu akan menjadi pola pikir yang sehat,” kata Slamet.

 

Di akhir kunjungannya, SR juga berpesan agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

 

Warga berharap, janji penanganan jamban sehat dari wakil rakyat tersebut segera terealisasi secara merata, tidak hanya berhenti pada pendataan. Program jambanisasi dan bantuan jamban sehat dari pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, serta program STBM diharapkan segera menyentuh warga pelosok pesisir Desa Tasikrejo. (*)

 

 

Penulis

Redaksi Comal TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *